Wayang, atau wayang kulit, telah menjadi bentuk seni yang dikagumi di Indonesia selama berabad-abad. Bukan hanya sebagai bentuk hiburan, namun juga sebagai cara untuk melestarikan dan mewariskan tradisi dan cerita budaya. Salah satu tradisi wayang yang paling terkenal dan dicintai di Indonesia adalah Wayang Kulit, pertunjukan wayang kulit yang menggabungkan musik, cerita, dan wayang kulit yang rumit.
Salah satu kelompok yang berdedikasi melestarikan peninggalan Wayang Kulit adalah Wayang88. Didirikan pada tahun 2012 oleh sekelompok seniman dan peminat muda, Wayang88 bertujuan untuk mempromosikan dan melestarikan seni pedalangan di Indonesia melalui pertunjukan, lokakarya, dan program pendidikan.
Wayang88 berbasis di Yogyakarta, sebuah kota yang terkenal dengan warisan budayanya yang kaya dan dunia seni yang dinamis. Kelompok ini tampil secara rutin di acara-acara lokal, festival, dan tempat-tempat kebudayaan, membawakan keajaiban Wayang Kulit kepada penonton dari segala usia.
Salah satu keunikan pertunjukan Wayang88 adalah penggabungan tema modern dan teknik bercerita. Meskipun pertunjukan wayang tradisional sering kali berkisar pada mitos dan legenda kuno, Wayang88 mengeksplorasi isu-isu kontemporer dan isu-isu sosial dalam pertunjukannya. Pendekatan inovatif ini membantu menjaga bentuk seni tetap relevan dan menarik bagi khalayak modern.
Selain pertunjukannya, Wayang88 juga menawarkan workshop dan kelas bagi mereka yang tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang seni pedalangan. Lokakarya ini mencakup berbagai topik, mulai dari pembuatan boneka hingga musik tradisional dan teknik bercerita. Dengan berbagi pengetahuan dan keterampilan mereka dengan orang lain, Wayang88 membantu memastikan bahwa warisan seni pedalangan akan terus berkembang untuk generasi mendatang.
Melalui dedikasi dan kecintaannya terhadap seni pedalangan, Wayang88 memainkan peran penting dalam melestarikan warisan budaya Indonesia. Dengan menghadirkan keajaiban Wayang Kulit kepada penonton di seluruh dunia, mereka membantu menjaga bentuk seni kuno ini tetap hidup dan relevan di era modern. Komitmen mereka dalam melestarikan warisan pedalangan benar-benar merupakan kekayaan budaya Indonesia.
